Anak-anak-Ku, terima kasih telah menyambut panggilan-Ku ke dalam hatimu.
Anak-anak, Aku memanggil semua anak-Ku, tetapi tidak semua mendengarkan.
Di masa gelap ini, kamu harus banyak berdoa. Biarlah doa menjadi satu-satunya perhatianmu. Rendah hatilah: Tuhan bukanlah Tuhan bagi mereka yang sombong, melainkan Tuhan bagi mereka yang rendah hati — Dia yang menuntun kita di jalan kasih dan kekudusan.
Anak-anak-Ku, janganlah lelah mempersiapkan diri kalian. Lindungilah diri kalian dari penyakit-penyakit yang akan datang: hanya melalui doa dan Ekaristi kamu akan mampu melihat semua hal ini dari jauh.
Biarlah jiwamu dipenuhi oleh Tuhan; hanya inilah yang akan membawa keselamatan.
Sekarang Aku memberkati kalian, dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Refleksi atas pesan tersebut:
Sekali lagi, Bunda Maria menarik perhatian kita pada perlunya menjadi rendah hati. Kesalahan yang berisiko kita lakukan adalah menganggap bahwa seruan ini selalu ditujukan untuk orang lain dan bukan untuk diri kita sendiri.
Kita tidak rendah hati ketika kita menunggu orang lain menghubungi kita terlebih dahulu; ketika kita menganggap diri kita lebih unggul dan memandang saudara-saudari kita dengan kedangkalan dan penghinaan; ketika kita berpikir bahwa rasa hormat selalu dan tanpa syarat harus diberikan kepada kita karena status sosial atau budaya kita; ketika kita menunggu permintaan maaf dan tidak tahu bagaimana memberikannya sendiri; ketika, setelah disakiti, kita menunggu orang lain untuk mengambil langkah pertama. Kesombongan adalah akar dari segala dosa; itu adalah dosa Iblis.
Hanya doa dan Ekaristi yang dapat menyelamatkan kita: yang pertama adalah napas jiwa; yang terakhir adalah obat kita menuju keabadian.
Oleh karena itu, semua pikiran harian kita harus memiliki satu tujuan tunggal: Tuhan.
Sumber: ➥ LaReginaDelRosario.org