Aku [Maureen] sedang berpikir tentang sebuah tugas yang selalu aku lupa lakukan. Yesus berkata, "Tunggu sebentar saja. Jangan biarkan hal-hal ini memenuhi hatimu. Biarlah Aku menjadi bagianmu. Aku adalah Jalan dan Kebenaran serta Kehidupan. Segala sesuatu yang kamu butuhkan akan diberikan kepadamu; tetapi pusat keberadaanmu harus dikorbankan kepada Aku. Hanya begitu engkau akan menemukan damai sejati. Hanya melalui persatuan dengan Kebijaksanaan Ilahi, engkau akan menemukan Kerajaan Allah dalam diri sendiri. Ketika Kebijaksanaan Bapaku menguasai hatimu, maka engkau akan berpartisipasi dan berbagi Kerajaan KebijaksanaNya - Kamar Kelima."
"Hari ini kamu melihat keindahan Kebijaksanaan-Nya di sekelilingmu dalam warna-warna musim gugur. Jika kebeautifan-Nya dalam alam semesta begitu, bayangkan kebeautifan yang mutlak yang Dia inginkan untuk dibagikan kepada setiap jiwa - kebeautifan Kerajaan Kebijaksanaan-Nya. Kedalaman keindahan ini tidak dapat dilukis di alam atau direplikasi oleh seniman apapun, karena itu adalah Ilahi - Cinta Ilahi. Kamu tidak akan mengetahui kecemerlangan cinta ini hingga kamu memilikinya dan ia memiliki kamu."
"Mungkin Aku telah membawamu ke dalam pemahaman yang lebih mendalam tentang panggilan ini kepada seluruh umat manusia. Ini adalah perjalanan di atas semua lainnya - jalan menuju Hati-Kami Yang Bersatu. Hal ini harus ditelusuri dalam hati dan melalui penyerahan kehendak manusia. Karena warna gugur akan pudar, daun-daunan itu layu dan mati. Satu hal yang tetap ada adalah Cinta Allah dan Kebijaksanaan Allah. Oleh karena itu, biarkan keindahan-keindahan abadi ini beristirahat di dalam hatimu."
"Buatlah hal-hal ini diketahui."