Bunda muncul duduk di atas Takhta yang sangat indah. Dia memakai jubah biru dan jubah putih. Bunda bangkit dengan megah dari Takhta tempat dia duduk dan berjalan perlahan-lahan ke depan sedikit, kemudian mengucapkan pesannya sambil menatap semua orang hadir dengan penuh kasihan ibu:
Damai, anak-anak ku yang tercinta!
Saya, Ratu surga dan bumi, datang malam ini untuk memintamu berdoa bagi Paus dan Gereja.
Anak-anakku, dengan doamu bentuklah aliran intersesi yang kuat bagi Gereja. Setan ingin menciptakan kebingungan besar dan apostasi di dasar-dasar Gereja.
Berdoa bagi para imam dan mereka yang ragu terhadap kebenaran-kenbenaran iman. Saya mengundang setiap kalian hari ini, anak-anakku, untuk menjadi bagian dari pekerjaan pengubahan dan penyelamatan banyak jiwa.
Jangan kehilangan iman dan keberanian ketika kamu disiksa, dicela, atau dikritik karena nama Anak ku, tetapi jadilah laki-laki dan perempuan yang membawa cahaya Tuhan kepada semua orang buta.
Anak-anakku, jadilah cahaya Tuhan bagi saudara-saudaramu. Jadilah anak-anak ku yang serius hidupkan pesan-pesanku dan siap menjadi mereka yang menawarkan bahu teman kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan dan ketenangan.
Anak-anakku, berdoalah, berdoalah, berdoalah dan Tuhan akan memberkati kalian lebih banyak lagi. Jangan lupa kata-kataku sebagai ibu, tetapi terimalah mereka dalam hati kalian dengan mendalam, supaya Tuhan menjadikan kalian saksi-saksinya kerajaan kasih-Nya.
Terima kasih atas kehadiranmu di sini malam ini. Pulanglah ke rumah-rumahmu dengan damai Tuhan. Saya memberkati semua kalian: dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin!